Suku Asmat

orang_asmatsuku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.

Daerah kebudayaan suku bangsa Asmat adalah daerah pegunungan di bagian selatan Papua (Irian). Suku bangsa Asmat terdiri dari Asmat Hilir dah Asmat Hulu. Asmat Hilir bertempat tinggal di dataran rendah yang luas sepanjang pantai yang tertutup hutan rimbun, rawa dan sagu. Sedangkan suku Asmat Hulu bertempat tinggal di daerah berbukit-bukit dengan padang rumput yang luas. Suku bangsa Asmat menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa Asmat.

Banyak orang beranggapan, kebudayaan suku Asmat dapat dipelajari melalui seni ukir yang dihasilkan oleh masyarakatnya. Ukiran suku Asmat sangat beragam, kadang berbentuk manusia, perahu, panel, ataupun perisai. Pola ukirannya-pun berdasarkan keseharian hidup suku Asmat itu sendiri. Salah satunya, motif orang berburu. Sebagai wujud penghormatan mereka terhadap nenek moyang atau leluhurnya, secara turun temurun, pola seni ukir yang dibuat oleh suku Asmat selalu dikaitkan pada kepercayaan mereka terhadap leluhur. Bagi suku Asmat, mengukir kayu bukanlah sekadar seni, namun sudah merupakan bagian dari spiritualitas hidup dan kepercayaan mereka terhadap roh leluhur.

“Kebudayaan suku Asmat dapat dipelajari melalui seni ukir yang dihasilkan oleh masyarakatnya” hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mencari informasi, dan mengkaji lebih lanjut mengenai seni ukir suku Asmat. Ditambah bahwa Salah satu kebudayaan Irian Jaya yang terkenal hingga ke mancanegara adalah seni ukir suku Asmat. Seni ukir Asmat telah dikenal luas sejak terjadi kontak antara suku Asmat dengan budaya Barat pada tahun 1700-an yang menambah rasa ketertarikan penulis mengenai Seni ukir dan Suku Asmat.

sumber:ilmupus2012.wordpress.com

Tinggalkan komentar