
Ketika kita mendengar kata “tato”, sekejap saja pemikiran kita langsung tertuju pada masyarakat Dayak di Kalimantan. Akan tetapi,apakah Anda tahu bahwa di Papua ternyata terdapat tradisi merajah tubuh atau menato tubuh yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Beberapa suku yang biasa menato tubuhnya adalah suku Moidan Meyakh di daerah Papua Barat. Motif tato yang dibubuhkan memiliki perbedaan dan ciri tertentup ada setiap suku.Umumnya, tato tersebut memiliki motif geometris atau garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal yang dibariskan.
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan tato di Papua pun memiliki keunikan. Diantaranya adalah menggunakan duri pohon sagu atau tulang ikan dan mencelupkannya ke dalam campuran arang halus dan getah pohon langsat.
Umumnya, tato dilakukan pada bagian dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul, punggung dan tangan. Setiap tato memiliki maknanya tersendiri. Ada yang melihat hal tersebut sebagai hal yang negatif, tetapi ada pula yang melihat hal tesebut sebagai hal yang positif. Di pihak manakah Anda berada? Tradisi Indonesia juga berada di tangan Anda.