Pengertian ART

Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Yunani yang dipandang sebagai sumber kebudayaan Eropa walaupun sejak awal sejarahnya sudah mengenal filsafat dan juga fisafat seni, ternyata tidak juga memiliki kata yang dapat disejajarkan dengan pengertian kita sekarang tentang seni. Istilah yang paling dekat dengan pengertian itu ialah ?hne??ng sekarang kita kenal memiliki hubungan langsung dengan perkataan ?nik??

Pengertian Dasar Tentang Lingkup Senirupa

Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut.

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art).

Pengertian dasar tentang lingkup senirupa (visual art) sesuai dengan media aktivitas:
Seni Murni:
Seni Lukis
Seni Patung
Seni Grafis

Disain:
Disain Grafis (Komunikasi Visual)
Disain Interior
Disain Produk (Disain Industri)

Kria:
Kria Tekstil
Kria Kayu
Kria Keramik
Kria Gelas, dll.

Pada masa lampau tidak ada perbedaan yang tegas antara seniman dan kriawan, antara artists dan craftsman. Charles Batteaux (1713-1780) membedakan seni menjadi dua, yaitu:
Seni murni (fine art/ pure art)
Seni terapan (useful art/ applied art)

Dengan timbulnya istilah seni murni (fine art) dalam abad 18 mulailah terjadi perbedaan yang mendasar tentang seni murni dan seni pakai.

Seni berkembang terus, dan pada abad 19 ada usaha untuk menyatukan kembali antara seni dan kria, dalam sejarah senirupa, kita mengenal lahirnya Werkstatte di Austria dan Bauhaus di Jerman merupakan suatu usaha untuk menyatukan kembali seni murni dan seni pakai. Lahirlah istilah yang kita kenal sekarang dengan sebutan disain industri.

Namun demikian, perkembangan senirupa sejak tahun 60an sampai sekarang telah menunjukkan suatu perkembangan yang berbaur dengan berbagai disiplin seni, seperti munculnya seni Happening, seni Instalasi, Multimedia dan lain-lain, juga batasan antara seni kria yang betul-betul memiliki kemahiran teknik (buatan tangan) dengan campuran yang menggunakan alat industri, juga perkembangan teknologi fotografi yang demikian maju.

Sejarah tatto papua

http://img174.imageshack.us/img174/5788/mambrip1wh3.jpg

Ketika kita mendengar kata “tato”, sekejap saja pemikiran kita langsung tertuju pada masyarakat Dayak di Kalimantan. Akan tetapi,apakah Anda tahu bahwa di Papua ternyata terdapat tradisi merajah tubuh atau menato tubuh yang telah berlangsung secara turun-temurun.


Beberapa suku yang biasa menato tubuhnya adalah  suku Moidan Meyakh di daerah Papua Barat. Motif tato yang dibubuhkan memiliki perbedaan dan ciri tertentup ada setiap suku.Umumnya, tato tersebut memiliki motif geometris atau  garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal yang dibariskan.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan tato di Papua pun memiliki keunikan. Diantaranya adalah menggunakan duri pohon sagu atau tulang ikan dan mencelupkannya ke dalam campuran arang halus dan getah pohon langsat.

Umumnya, tato dilakukan pada bagian dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul, punggung dan tangan. Setiap tato memiliki maknanya tersendiri. Ada yang melihat hal tersebut sebagai hal yang negatif, tetapi ada pula yang melihat hal tesebut sebagai hal yang positif. Di pihak manakah Anda berada? Tradisi Indonesia juga  berada di tangan Anda.

sumber:https://mengenalpapua.wordpress.com

Mengenal Tato Suku Dayak Kalimantan

Tato bagi sebagian suku dayak tato merupakan hal yang tidak terpisahkan dari tubuh mereka, tato bagi suku dayak adalah sesuatu yang sakral berhubungan erat dengan beberapa kejadian dan tujuan yang sudah menjadi budaya suku di Kalimantan Indonesia. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa tidak semua suku dayak menggunakan tato, dan tidak semua suku dayak memiliki tato yang sama, beberapa tato memiliki motif yang sama hanya saja terkadang terdapat beberapa modifikasi.

orang dayak kalimantanTujuan Pembuatan Tato Bagi Suku Dayak

Tato pada suku dayak di sebut “tutang”, setiap motif tato memiliki arti berbeda-beda, pembuatan dan peletakan tato juga tidak boleh dilakukan sembarangan.

Menurut kepercayaan tato berwarna hitam yang terdapat pada suku dayak akan berubah menjadi warna emas dan menjadi penerang jalan menuju keabadian setelah mereka mati dan telah melalui upacara Tiwah.

Selain itu tato juga memiliki beberapa fungsi diantaranya:

  1. Penanda bahwa pemilik tato adalah keturunan asli suku dayak.
  2. Menjaga pemilik tato dari pengaruh roh-roh jahat.
  3. Sebagai penanda bahwa pemiliknya telah lulus Kinyah (seni bela diri menggunakan Mandau).
  4. Sebagai penghargaan atas jasa karena sering menolong atau mengobati.
  5. Sebagai perhargaan atas keberanian di medan pertempuran (pemenggal kepala).
  6. Sebagai tanda bahwa pemilik tato telah merantau ke berbagai suku.
  7. Bagi wanita sebagai tanda bahwa wanita tersebut sudah siap menikah.
  8. Sebagai penanda perbedaan status sosial.
  9. dan fungsi-fungsi yang lain.

Macam-macam Tato Suku Dayak kalimantan

Bentuk dan gambar tato pada suku dayak umumnya di ambil dari alam seperti burung enggang yang mewakili dunia atas, tali nyawa pada cara tato dayak kalimantankatak yang mewakili dunia bawah, serta beberapa motif seperti motif bunga terong, cabang pohon dan berbagai bentuk-bentuk lain yang di ambil dari alam.

Selain itu dikenal juga tutang bajai (tato buaya), gambar naga, saluang murik, apui (api), palapas langau (sayap lalat), manuk tutang usuk, matan punei (mata burung punei), manuk tutang penang, lampinak (seperi salib), tutang tasak bajai dinding.

Motif Tato Laki-laki dan Perempuan Suku Dayak Dibedakan Bentuk dan Tujuannya.

Tato Laki-laki

Tato yang terdapat di jari-jemari tangan menunjukkan bahwa si pemilik adalah orang yang banyak berjasa dalam tolong-menolong.

Tato Bunga Terung atau bunga terong dengan gambar tali nyawa (bentuk usus pada katak)   dibagian tengahnya merupakan penanda bahwa seorang lelaki dari suku dayak telah memasuki masa usia dewasa.

Tato motif muka harimau, tato ini biasanya di letakkan di bagian paha menunjukkan status sosial yang tinggi bagi pemiliknya.

Tato Ukir Rekong terletak di leher berfungsi untuk memberikan kekuatan pada tenggorokan atau berfungsi sebagai pelindung agar tidak di penggal oleh Mandau musuh.

Tato Perempuan

Tato Tedak Kassa terletak dikaki, menandakan bahwa perempuan tersebut telah dewasa.

Tato Tedak Usuu dan Tedak Hapii terletak di tangan berfungsi sebagai penjaga dari roh-roh jahat.

Bahan Pembuatan Tato

alat tatoo dayak kalimantanBahan-bahan pembuatan tato di suku Dayak pada zaman dahulu sedikit berbeda dengan bahan-bahan pembuatan tato pada zaman sekarang, hanya jenis tintanya saja yang tidak berubah.

Pada zaman dahulu tato dibuat dengan menggunakan duri pohon jeruk yang panjang dan tajam. Namun saat ini jarum sudah mulai dikenal dan menggantikan peran duri pohon jeruk. Sedangkan tintanya tetap menggunakan jelaga yang berwarna hitam pekat.

Selain bahan utama diatas terdapat beberapa hal yang juga dipersiapkan diantaranya:

  1. Sale Damar (arang damar) hanya menggunakan damar mata kucing dan damar batu.
  2. Upih Pinang
  3. Seruas bambu buluh
  4. Bambu yang dibelah dua
  5. Besi gepeng sebesar telunjuk
  6. Kayu ulin sebesar telunjuk

Cara Membuat Tato

Ketika pembuatan tato para keluarga biasanya dilarang keluar rumah agar tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa pemilik tato.

Berikut adalah cara pembuatan tato oleh suku Dayak, pertama-tama damar dibakar kemudian upih pinang dibengkokan dengan menggunakan asapnya, arangnya dikumpulkan dan disimpan di lumbung buluh dan dicampur dengan sedikit air dan kemudian diletakkan di dalam bambu yang telah dibelah dua. Kemudian kulit di tato atau dicacah dengan mata tutang (jarum) dengan cara dipukul dengan menggunakan kayu ulin bulat sebesar jari sampai mengeluarkan darah, kemudian luka yang timbul akibat cacahan dari mata tutang tersebut dibalurkan sale damar. Selain sale damar terkadang juga dicampur dengan emas atau tembaga.

Luka tato akan sembuh sekitar seminggu hingga satu bulan lamanya. Untuk membuat tato di sekujur tubuh biasanya dibutuhkan waktu hingga dua tahun, ini disebabkan karena mempertimbangkan sakit yang timbul ketika saat proses tato sedang Berlangsung.

sumber:http://www.getborneo.com/

Cara membuat tato sementara dengan menggunakan spidol dan bedak bayi.

Bagi umat muslim, membuat tato tubuh sebenarnya merupakan tindakan yang dilarang, yaitu tato yang sifatnya permanen dan tidak bisa dihilangkan dari kulit tubuh. 
Hanya saja bagi kawula muda yang ingin tampil dan tampak gaul, tetap juga ingin memasang tato pada tubuhnya. 
Karena itulah hal ini kemudian “diakali” dengan cara membuat tato yang sifatnya temporer atau sementara. Sehingga suatu saat atau sewaktu-waktu, bila dikehendaki tato tubuh ini bisa langsung dihapus. 
Menengok sejarah tato sebenarnya sangat unik. 
 
Pada awalnya, pada jaman kuno tato ( ejaan aslinya : tattoo ), sebenarnya digunakan sebagai lambang atau simbol pada upacara-upacara dan ritual keagamaan. 
Pada perkembangan selanjutnya, tato malah digunakan sebagai “penanda” bagi para pelaku tindak kriminal dan atau narapidana. Sehingga pada waktu itu tidak ada seorangpun yang sudi jika tubuhnya dibubuhi tato. Takut bahkan. Nanti dianggap penjahat atau kriminal. 
 
Tetapi perkembangan jaman berkata lain. 
Saat ini tato malah menjadi sebuah trend populis di kalangan anak-anak muda. Orang tua bahkan juga. 
Terutama “dimotori” oleh para slebritis dan pesohor dunia. Hampir tidak ada dari mereka yang tubuhnya tidak ditato. 
Meskipun di berbagai budaya di belahan bumi bagian timur – walaupun tato tubuh dianggap sebagai “seni” – tato tubuh masih belum dapat diterima sepenuhnya. 
Pria atau wanita yang memiliki tato pada tubuhnya masih tetap dianggap sebagai “anak badung”. 
Terlebih lagi, orang-orang dewasa dan tua yang mentato tubuhnya akan dianggap sebagai “bocah tua nakal’. 
Kembali pada topik utama, bagaimana cara “mengakali” tato permanen dengan membuat tato temporer atau sementara. Untuk membuat tato temporer pada tubuh sebenarnya ada banyak caranya. Salah satu cara yang praktis untuk membuat tato adalah dengan menggunakan spidol dan bedak bayi. 
Bisa ? Bisa saja. 
Berikut caranya : 
● Bahan-bahan yang anda perlukan 
– Spidol permanen, merk spidolnya terserah. Untuk warnanya sesuaikan dengan selera dan warna tato yang dikehendaki 
– Bedak bayi, merk bedak bebas 
– Hairspray, merk hairspray juga bebas 
– Kapas, merknya terserah 
– Air, mestinya tanpa merk 
– Itu saja 
 

● Cara membuat tato sementara dengan menggunakan spidol dan bedak bayi 

– Sarat utama adalah anda harus pintar menggambar. 
Namun jika tidak bisa menggambar, anda bisa minta tolong teman anda 
– Gambar bentuk dan motif tato dengan menggunakan spidol permanen pada bagian tubuh yang anda kehendaki. Usahakan gambar bagus mungkin. 
cara membuat gambar tato
– Setelah selesai menggambar, gosok bagian kulit tubuh yang digambar tato tersebut dengan menggunakan bedak bayi. 
cara membuat tato temporer
– Tahap finishing, semprotkan hairspray pada tato tersebut secara tipis namun rata 
membuat tato sementara
– Setelah itu, tunggu hingga kering. 
– Bersihkan kulit tubuh yang tidak ditatto namun terkena semprotan hairspray dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi air. Hairspray dapat menyebabkan kulit yang terkena semprot terasa lebih kering. 
– Setelah kering, tubuh anda kini telah bergambar tatto yang bisa bertahan kurang lebih selama 1 bulan. 
Sebagai tips tambahan : 
– Agar tato tubuh anda bisa berhana lebih lama, anda bisa mengulangi langkah membubuhi bedak bayi dan semprot hairspray sebanyak 2 atau 3 kali 
– Menggunakan plester cair juga bisa menghasilkan tatto yang lebih lama daripada menggunakan hairspray. 

sumber:http://anekacarapraktis.blogspot.co.id/

Suku Kanibal Di Indonesia

Alasan dari mereka memakan sesama manusia adalah karena ritual, kebanggaan dan alasan kesehatan serta kekuatan. Dipercaya, ketika suku mereka menang dalam berperang, maka lawan yang tertangkap dan masih hidup kemudian mereka di kuliti hidup-hidup, kemudian dibakar atau di rebus, lalu mereka makan ramai-ramai dalam sebuah upacara ritual, sedangkan tengkorak kepalanya mereka taruh di sebuah tempat sebagai tanda kemenangan.

Lalu bagaimanakah dengan suku-suku di Indonesia, adakah suku kanibal di bumi indonesia ini, jawabannya adalah nyata ada. Berikut ini adalah 3 suku di Indonesia yang tercatat pernah melakukan praktek kanibalisme.

1. Suku Korowai di Papua

4 Suku Kanibal Pemakan Daging Manusia Di Indonesia

Suku yang mendiami dataran rendah di sebelah selatan Papua ini, hidup di sepanjang aliran sungai dan rawa-rawa. Suku Korowai juga seperti suku-suku di Papua kebanyakan, hidup nomaden atau berpindah-pindah tempat serta mengandalkan hidupnya dari alam. Karena daerahnya yang cukup subur, menjadikan mereka harus sering berperang dengan suku lain. 
Dalam berperang, mereka kerap menggunakan racun pada anak panah dan mata tombak yang kebanyakan mereka buat dari tulang berulang. Kebiasaan mereka saat memakan daging manusia bukan secara sembarangan, tetapi karena korban kerap melakukan pelanggaran adat, kemudian ditangkap dan diadili setelah diputuskan bersalah maka korban akan di ritualkan dan dimakan bersama-sama. Keberadaan mereka masih ada hingga saat ini.

2. Suku Dayak Punan di Kalimantan

 
4 Suku Kanibal Pemakan Daging Manusia Di Indonesia

Walaupun sebagian besar dari suku mereka sudah hidup secara modern, tapi berdasarkan cerita masa lalu bahwa nenek moyang mereka dulu tidak tabu untuk memakan daging manusia, sampai pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1970an melarang suku mereka untuk turun langsung ke lapangan. 
Suku Dayak Punan hidup di daerah kalimantan Barat, kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, hidup di sepanjang aliran sungai dan sering berpindah-pindah tempat. Dahulu mereka sangat jago dalam berperang dan selalu menebas kepala musuhnya, hingga dikenal istilah “Ngayau”. Dari riset terkini, ternyata suku punan yang primitif masih ada dan terlihat di goa-goa pedalaman rimba hutan di Kalimantan.

3. Suku Tolai di Papua

4 Suku Kanibal Pemakan Daging Manusia Di Indonesia

 
Walaupun sebagian besar suku mereka hidup di Papua New Guinea, tapi ada sebagian kecil yang hidup di perbatasan Papua wilayah Indonesia. Mereka diketahui melakukan kanibalisme ketika warga suku Tolai modern meminta maaf kepada pemerintah Papua New Guinea atas pembunuhan dan praktik kanibalisme yang dilakukan oleh nenek moyang mereka kepada misionaris Inggris pada abad ke 19 dan pada tahun 1978 mereka membunuh menteri dan tiga orang guru dari negara Fiji, yang kemudian dimasak dan dimakan beramai-ramai.
4. Suku Batak di Sumatera
 

4 Suku Kanibal Pemakan Daging Manusia Di Indonesia

Ternyata ritual kanibalisme telah terdokumentasi dengan baik di kalangan orang Batak, melalui cerita turun-temurun dari nenek moyang mereka, yang bertujuan untuk memperkuat tondi (jiwa) si pemakan daging manusia tersebut. Secara khusus, darah, jantung, telapak tangan, dan telapak kaki dianggap sebagai kaya tondi.

Tetapi setelah pemerintah kolonial Belanda menduduki wilayah ini, mereka melarang keras praktek kanibalisme yang sudah dilakukan oleh suku Batak sejak dahulu. Sehingga sejak tahun 1816, perilaku ini sudah jarang dilakukan oleh suku Batak.

Kegiatan kanibalisme yang telah dilakukan suku-suku di atas sudah banyak terkikis dan ditinggalkan karena pengaruh dari masuknya beberapa agama ke wilayah ini yaitu agama Islam, Kristen, Hindu, dan Budha yang mengajarkan nilai-nilai moral.

Itulah beberapa suku kanibal di Indonesia, walaupun menurut catatan sejarah, bahwa 75 persen suku di nusantara adalah kanibalisme pada zaman dulu, tetapi kini mereka telah punah atau meninggalkan kebiasaan lamanya, yaitu memakan daging manusia.

Kesenian Tradisional Bugis

Inilah permainan dan olah raga sekaligus kesenian tradisional asal Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan permainan dan olahraga tradisional sepak takraw, paraga dimainkan tidak untuk dipertandingkan, melainkan sebagai atraksi unjuk kebolehan. Paraga juga dimainkan secara beregu dengan jumlah anggota minimal 6 (enam) orang.

Dalam paraga, bola rotan dipantul-pantulkan tidak hanya menggunakan kaki, tapi juga kepala dan tangan. Keberadaan passapu, topi segitiga yang diberi lapisan kanji agar mampu menegak, sangat membantu para pemain paraga saat melakukan olah bola dengan kepala. Para pemain paraga juga kerap memanfaatkan sarung yang menjadi bagian dari kostum mereka untuk mengolah bola paraga.

Posisi pemain dalam mengolah bola paraga pun beragam. Mulai dari berdiri, duduk, jongkok, hingga berbaring! Paraga pun dimainkan dalam berbagai formasi. Salah satunya, formasi menara yang terbentuk dari tumpukan para pemain yang berdiri di atas bahu pemain lainnya hingga berbentuk seperti menara.

Bola paraga juga berbeda dengan bola rotan yang kerap digunakan untuk sepak takraw. Satu bola paraga utuh memiliki tiga lapis anyaman rotan. Satu lapis anyaman membutuhkan waktu pembuatan sekitar 45 menit. Jadi, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menganyam satu bola paraga. Kebanyakan pemain paraga bisa membuat sendiri bola paraga. Jadi, jika ada bagian bola yang rusak, mereka bisa memperbaikinya.

Usai dibuat, bola paraga pun memerlukan perlakuan khusus sebelum dimainkan. Konon, bola paraga diberi mantra khusus oleh guru atau pemain senior paraga, agar keselamatan dan kekompakan para pemain tetap terjaga saat memainkan paraga.

Paraga bola rotan 5

Atraksi paraga (Foto: Dok. KompasTV)

Paraga merupakan perpaduan unsur permainan, olah raga sekaligus kesenian tradisional Bugis yang indah. Ia selalu dimainkan dengan iringan musik yang terdiri dari gendang dan gong, juga calong-calong – yakni alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan potongan kayu – agar para pemainnya tetap bersemangat. Para pemain paraga pun bergerak memantul-mantulkan bola sambil menari mengikuti iringan tetabuhan musik yang dimainkan. Cantik! (KompasTV/Fauziyah)

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Budaya Sumatera Utara

Sumatera Utara yang kaya dengan budaya adat istiadat dan keindahan alamnya. Sumatera Utara kaya dengan berbagai adat budaya atau etnis yang beragam antara lain : Etnis Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, Batak Pakpak Dairi, Batak Simalungun, Nias, Etnis Sibolga Pesisir, dan etnis pendatang.
 
Semua etnis memiliki nilai budaya masing-masing, mulai dari adat istiadat, tari daerah, jenis makanan, budaya dan pakaian adat juga memiliki bahasa daerah masing-masing. Keragaman budaya ini sangat mendukung dalam pasar pariwisata di Sumatera Utara. Walaupun begitu banyak etnis budaya di Sumatera Utara tidak membuat perbedaan antar etnis dalam bermasyarakat karena tiap etnis dapat berbaur satu sama lain dengan memupuk kebersamaan yang baik. kalau di lihat dari berbagai daerah bahwa hanya Sumatera Utara yang memiliki penduduk dengan berbagai etnis yang berbeda dan ini tentunya sangat memiliki nilai positif terhadap daerah sumatera utara.
 
Kekayaan budaya yang dimiliki berbagai etnis yaitu :
 
Batak Toba dengan Tarian Tortor, Wisata danau toba, wisata megalitik (kubur batu), legenda (cerita rakyat), adat budaya yang bernilai tinggi dan kuliner. Batak Karo yang terkenal dengan daerah Berastagi dengan alam yang sejuk dan indah, penghasil buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah menembus pasar global dan juga memiliki adat budaya yang masih tradisional. Etnis Melayu yang terkenal dengan berbagai peninggalan sejarah seperti Istana Maimoon, tari derah dan peninggalan rumah melayu juga masjid yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Batak Angkola yang terkenal dengan kultur budaya yang beragam, mulai dari tari daerah adat istiadat dan merupakan penghasil salak (salak sidempuan) yang juga sudah dapat menembus pasar global.Batak Pakpak Dairi yang dikenal dengan peninggalan sejarah megalitik berupa mejan dan patung ulubalang dan tentunya juga memiliki adat istiadat dan tari daerah juga alat musik yang khusus.

Cara melukis wajah

unduhan-1

  1. Buatlah gambar dasar sesuai yang kamu inginkan, bisa bulat, oval, persegi atau apalah.
  2. Langkah berikutnya, menggunakan langkah-langkah pada metode pertama dan kedua tadi. Dengan membuat garis bantu untuk menentukan letak hidung, mata, mulut dan telinga.
  3. Selanjutnya garis batu untuk menentukan ukuran mata, hidung, mulut, dan telinga yang akan dibuat.
  4. Buat sketsa bentuk mata, hidung, dan mulut. Selanjutnya ke tahap menambahkan detail rambut. Untuk model rambut isa kamu sesuaikan dengan selera.
  5. Gunakan ujung pensil yang runcing untuk menambahkan detail halus di area sekitar mata, mulut, hidung, dan telinga.
  6. Selanjutnya tambahkan bentuk alis dengan menggunakan ujung pensil yang agak besar. Setelah semua tahap selesai hapus garis bantu yang dibuat di awal tadi.

Sejarah GRAFFITY

images-4

Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.

    Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii . Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

    Graffiti yang berasal dari bahasa Yunani “graphein” (menuliskan), diartikan oleh wikipedia.org sebagai coretan pada dinding atau permukaan di tempat-tempat umum, atau tempat pribadi. Coretan tersebut, bentuknya bisa berupa seni, gambar, atau hanya berupa kata-kata. Graffiti yang banyak bertebaran di jalanan kota Bandung, masih sebatas coretan kata-kata yang merupakan identitas geng atau malah hanya berupa nama. “Itu masih bisa dikategorikan sebagai seni, walau mungkin pada levelnya berbeda, ya,” ungkap Roy, seorang pelaku graffiti yang sempat belia temui ketika membuat satu graffiti di sebuah distro di bilangan Jalan Burangrang, Jumat (9/12).
Penggunaan cat semprot untuk bikin sebuah graffiti, sudah mulai dikenal di New York, akhir tahun 60-an. Coretan pertama dengan cat semprot, dilakukan pada sebuah kereta subway. Seorang bernama Taki yang tinggal di 183rd Street Washington Heights, selalu menuliskan namanya, entah itu di dalam kereta subway, atau di bagian luar dan dalam bis. Taki183, gitu bunyi tulisan yang ia buat menggunakan spidol. Taki ini seperti ingin nunjukkin identitas dirinya. 183 yang ia tulis setelah namanya, nunjukkin tempat tinggalnya.

     Gara-gara coretannya tersebut, orang-orang di seluruh kota jadi kenal dengan Taki, lewat coretan-coretan misteriusnya. Di tahun 1971, mister Taki ini diinterview oleh sebuah majalah terbitan New York. Dari situlah, kepopuleran Taki diikuti oleh anak-anak seluruh New York. Anak-anak ini tertarik karena kepopuleran bisa diperoleh dengan hanya menuliskan identitas mereka –disebut juga tagging– pada bus atau kereta yang melewati seluruh kota. Semakin banyak nama atau identitas seorang anak, sudah pasti ia akan semakin populer.

    Setelah spidol, media yang kemudian biasa digunakan adalah cat semprot, yang dipakai untuk nge-bomb (istilah untuk menyemprot) bagian luar kereta. Karena semakin banyaknya orang-orang yang bikin tagging, nggak heran kalau setiap writers, pengen punya style sendiri. Dari situ, mereka nambahin warna-warna yang eyecatching, efek-efek khusus, bahkan mereka mencoba untuk menuliskan namanya lebih besar. Dengan bantuan cat semprot, pengerjaan graffiti ini lebih cepet beres.

    Makanya, untuk mengantisipasi tagging yang mulai mewabah, pihak kepolisian setempat sampai melarang penjualan cat semprot pada anak-anak di bawah umur. Saking banyaknya pelaku graffiti, di Meksiko pun diberlakukan aturan serupa. Bahkan, setiap pembeli cat semprot harus menunjukkan identitas yang jelas dan menyertakan alasan untuk apa cat semprot itu digunakan.

     “Bikin graffiti di public space itu seperti punya gengsi sendiri. Selain itu adrenalin bakal terpacu, karena takut dikejar polisi atau gangster,” kenang Roy, yang pernah ke-gap sama gangster pas bikin graffiti di public space. Yup. Selalu public space yang menjadi sasaran para seniman jalanan ini untuk berkreasi. “Sebagian orang ada yang nganggep graffiti sebagai karya seni, tapi nggak sedikit juga yang bilang kalau coretan-coretan itu malah ngerusak,” kata Radi, seorang mahasiswa seni lukis Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

    Jika graffiti ini dilakukan tanpa seizin pemilik tempat, perbuatan ini dapat dikategorikan sebagai tindakan vandal. Mungkin banyak di antara Belia yang belum tau apa itu arti vandalisme. Vandalisme bisa diartikan sebagai tindakan yang merusak properti orang lain. It means, graffiti atau mural yang dilakukan tanpa izin di tempat-tempat umum, bisa dikategorikan sebagai vandalisme. Sementara, banyak orang yang berpendapat, kalau graffiti di dinding-dinding jalan, masih lebih baik daripada dinding-dinding tersebut kotor, tidak terawat, dan penuh dengan tempelan flyers atau brosur-brosur yang nggak penting.